ICT In Ethiophia

hai…ingin tau tentang penggunaan internet di ethiophia…baca deh

  1. Pendidikan ICT di Ethiopia

Laporan singkat tentang negara ini (Country Report), merupakan bagian dari laporan besar dari informasi Survey of ICT Education in Africa yang didukung oleh infoDev, yang melaporkan gambaran umum dari aktivitas dan topik yang berkaitan dengan penggunaan ICT dalam pendidikan di negara tersebut. Data yang disajikan di  sini hanyalah penggambaran sederhana dan bukanlah laporan yang mendalam. Penggunaan ICT untuk pendidikan di negara ini sangat dinamis di Afrika; pengmbangan baru dan pemberitaan terjadi pada basis harian di suatu tempat di Benua tersebut. Untuk itu, laporan ini sebaiknya dilihat sebagai “kilasan” pada saat informasi ini diambil, hal tersebut disebabkan karena fakta-fakta dan gambar-gambar yang disajikan selalu diperbaharui dengan cepat.

temuan-temuan, terjemahan dan solusi yang digambarkan dalam tulisan ini secara keseluruhan merupakan hasil dari para penulis dan tidak mengacu kepada pandangan infoDev, donatur infoDev, Bank Dunia dan organisasi-organisasi yang terkait, jajaran Eksekutif Direktur dari Bank Dunia atau Pemerintahan yang diwakili. Bank Dunia tidak dapat menjamin keakuratan data dalam pelaksanaan pekerjaan ini. Batasan-batasan, warna, satuan, dan informasi lainnya yang terlihat pada peta pekerjaan ini tidak secara langsung menjadi bagian dalam penilaian Bank Dunia tentang status wilayah manapun atau persetujuan atau penerimaan dari batasan tersebut.

Diharapkan Country Report  yang diambil dari  Survey of ICT and Education in Africa ini akan selalu diperbaharui sebagai proses yang berjalan sesuai dengan basis waktu dari penelitian-penelitian tambahan dan masukan yang diterima dari web site infoDev. Untuk informasi selanjutnya, dan untuk penambahan Country Reports ini, silahkan kunjungi www.infodev.org/itc4edu-Africa.

 

 

 

  1. Gambaran Umum

Lompatan Besar adalah kata yang seringkali digunakan orang untuk menggambarkan kemajuan, setidaknya dalam infrastruktur, yang terjadi di Ethiopia dalam kurun waktu kurang dari 10 tahun. Meskipun negara ini tetap menjadi negara dengan kepadatan sumber informasi terendah di benua Afrika, tanda-tanda akan perubahan situasi tersebut sudah terlihat. WoredaNet, tulang punggung e-government, yang dikembangkan oleh Perusahaan Telekomunikasi Ethiopia, sangat menjanjikan dan memungkinkan untuk perkembangan ICT di negara itu.

Setelah sektor publik dan sektor pendidikan mendapat keuntunan dari jejaring ini, sektor kesehatan dan sektor pertanian adalah prioritas selajutnya dalam fase ke depan. Dengan kesemua ini dan keikutsertaan ICT dalam kebijakan pendidikan dan implementasiny, Ethiopia diharapkan menjadi percontohan sebagai pengguna ICT bagi benua tersebut. Sarana dan pra sarana sudah tersedia, kebijakan dan strategi pun telah dicanangkan, tantangannya adalah bagaimana pemerintah mengkoordinasikan implementasi dari strategi yang telah dibuat.

  1. Tentang Negara Ethiopia

Ethiopia memiliki luas 1,25 juta kilometer persegi dengan jumlah populasi penduduknya 75,6 juta penduduk (2005) dengan indeks pertumbuhan 2,7 %. Secara demografis populasi si Ethiopia dapat digolongkan muda,sekitar 45% dari populasi merupakan usia di bawah 15 tahun (2004). Kecenderungan pada pekembangan ini berdampak bagi sektor pendidikan.Harus dibuka tambahan-tambahan baru untuk memenuhi kebutuhan pendidikan primer dan pendidikan sekunder. Pendaftaran untuk pendidikan dasar pada tahun 2004 yaitu 46% sedangkan bagi pendidikan menengah pada periode yang sama yaitu 25%.

Hampir 84 populasi Ethiopia tinggal di pedesaan dan bergantung pada ekonomi pertanian tradisional yang rentan akan kekeringan panjang dan produktivitas yang rendah. Negara ini sebagaian besar lahannya adalah lahan pertanian tadah hujan yang tingkat produksinya 46 % dari GDP, 85% dari ekspor

dan hampir 90% dari tenaga kerja. Sektor Perindustrian menghasilkan 10% dari GDP dan 15% dari ekspor, dan mempekerjakan sekitar 2% tenaga kerja.

Tabel 1 :Indikator sosio-ekonomi di Ethiopia

Indikator

 

Populasi

75,6 juta penduduk (2005)

Bahasa

Inggris, Amharik, Tigrinya, Oromigna, Guaragigna, Somali, Arab, bahasa lokal lainnya

GDP per kapita (US$)

$ 114 (2004)

Indeks Perkembangan (2004)

170 (dari 178 negara)

Indeks Kemiskinan (2004)

96 (dari 102 negara)

Pembelanjaan pada pendidikan (sesuai dengan persentasi GDP)

4,6%

 

  1. Sistem Pendidikan

Tabel 2 memperlihatkan jumlah pendaftaran pada setiap jenjang pendidikan.

 

Tabel 2: statistik pendidikan yang dipilih

Pendaftaran pendidikan Primer net(%)

22% (1991); 46% (2004)

Pendaftaran pendidikan Sekunder net(%)

25 %

Pendaftaran Pendidikan tertier gross (%)

4.6 %

 

  1. Kebijakan Pendidikan

Pentingya pemerintahan menempatkan sektor pengembangan pendidikan untuk perkembangan nasional terlihat dengan dibuatnya Kebijakan Pendidikan dan Kepelatihan pada tahun 1994. Dokumen tersebut berisi misi dan tujuan sistem pendidikan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi dan pembangunan sosial secara maksimal di masa depan. Kebijakan-kebijakan di segala sektor pun diikutsertakan, termasuk di dalamnya kebijakan pada strategi dan perencanaan Program Pengembangan Pendidikan I dan II serta Penerapam ICT dalam pendidikan.

strategi penerapan ICT dalam pendidikan dan segala yang berhubungan dengan perencanaannya merupakan bagian dari pengadaan e-education secara nasional. Pengadaan tersebut menjadi salah satu pilar bagi perencanaan pengembangan ICT untuk pembangunan tahun 2010.

Strategi tersebut terbangun atas tiga jalur

·        Inisiani SekolahNet Nasional Ethiopia

·        Inisiasi Pendidikan ICT yang lebih tinggi

·        Inisiasi Pendidikan ICT Nasional, pelatihan dan penyluhan

Ketiga jalur tersebut merupakan dasar strategi bagi sektor pendidikan. SekolahNet misalnya, mengacu kepada penyebaran dan penggunaan sebesar-besarnya ICT untuk memfasilitasi proses belajar mengajar pada pendidikan primer, sekunder, sekolah teknik dan sekolah kejuruan. Penggunaan ICT pada pendidikan yang lebih tinggi terfokus  pada penyebaran ICT di universitas, perguruan tinggi, dan institusi penelitian. Pada akhirnya pelatihan dan penyuluhan menghasilkan kesadaran dan melek ICT, pendidikan yang dewasa dan tahan lama, dan pendidikan jarak jauh. Strategi tersebut juga memperlihatkan tujuan strategis dan membentuk program dan aktivitas untuk setiap inisiasi.

Kebijakan nasional ICT4D 2010 dan sttrategi penerapan ICT dalam pendidikan memungkinkan untuk memperluas akses pendidikan bagi rakyat Ethiopia, untuk mendukung pengantasan kebodohan, dan memfasilitasi pendidikan dan pelatihan di semua tingkatan.

  1. Infrastruktur

Kebijakan ICT nasional Ethiopia telah menunjukkan pertumbuhan pada sektor ICT walaupun negara tersebut merupakan negara dengan tingkat penetrasi teknologi informasi terrendah di wilayah regionalnya, kepadatan telekomunikasi pada tahun 2005 adalah 0.84 per 100 penduduk. Apabila sebanyak 410.630 telpon genggam termasuk di dalamnya, maka angka penetrasi ditutup pada 1,39 per 100 penduduk pada periode yang sama. Pada tahunh 2005 tercatat penggunaan komputer personal sebanyak 225.000, tapi kebanyakan menumpuk di ibukota Addis Ababa.

Jumlah pengguna internet meningkat dari 75.000 pada 2003 menjadi 113.000 pada tahun 2004 dengan 88 host internet. Para pengguna tersebut  terkerucut di kota-kota besar, dimana hanya 15% dari populasi keseluruhan. Kecenderungan tersebut membuat pemerintah harus membangun infrastruktur komunikasi di sekitar kota kota besar.

ETC (Ethiopia Telecommunication Corp.) diberi wewenang sebagai regulator, ETA (Ethiopia Telecommunication Agency) sebagai operator yang melayani telekomunikasi publik, layanan ponsel GSM 900MHz, layanan internet, dan komunikasi data digital.

Tabel 3 memperlihatkan statistik ifrastruktur yang tersedia.

Tabel 3: Infrastruktur ICT di Ethiopia

Jaringan telepon

610.300 (2005)

Mobile telephone

410.630 (2005)

pengguna internet

113.000 (2005)

Host internet

88 (2006)

Stasion TV

1 ditambah 24 stasion relay (2002)

stasion radio

AM 8, FM 0, shortwave 1

 

  1. ICT di Sekolah

Dengan infrastruktur yang ada, terdapat tantangan yang jelas terhadap strategi yang harus ditempuh. Seperti contohnya, yaitu pengintegrasian ICT dalam  kegiatan belajar, mengajar dan kegiatan administratif dalam sistem sekolah melalui jaringan manajemen informasi. Akan tetapi hanya 40% sekolah di Ethiopia yang memiliki komputer, hal ini tentu saja mengganjal. Dan sekolah-sekolah yang memiliki komputer tersebut kebanyakan bertempat di Addis Ababa, daripada membuat

Tantangan lainnya yaitu akses kebanyakan sekolah terhadap internet sangat terbatas. Kebanyakan dari mereka hanya dapat mengirim atau menerima e-mail, dan hanya tersedia di administrasi sekolah. Akses guru terhadap ICT pun sangat terbatas, terutama dengan komputer dan internet, hal tersebut mempersulit pengimplementasian ICT dalam proses mengajar mereka.

Dengan melihat tantangan tersebut, menteri Pendidikan membentuk 15 program dan inisiatif dalam strategi pengimplementasian ICT dalam pendidikan. Program tersebut termasuk di dalamnya ketahanan nasional untuk ICT dalam Pendidikan yang langsung ditangani oleh Kementrian Pendidikan yang akan mengkoordinasikan kegiatannya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, ETC dengan bantuan pemerintah, Bank Dunia, dan African Development Bank, beserta IMF telah membuat infrastruktur multimedia berupa kabel optik sepanjang 4.000 km.

Melalui pekerjaan itu, akan tersedia penopang untuk fase pertama dari inisiasi SchoolNet, dimana di setiap kelasnya tersedia layar plasma dan menerima pendidikan selama delapan jam sehari oleh TV satelit yang disediakan oleh Agen Media Pendidikan. Local Area Network diluncurkan di 181 sekolah, sekolah-sekolah tersebut menerima komputer pula dari program ini.

  1. ICT di Universitas

Dari penelitian yang dilakukan Kementerian Pendidikan, kebanyakan universitas memiliki kebutuhan yang tinggi terhadap komputer. Akan tetapi jumlah komputer yang ada sangat tidak memadai. Perbandingan jumlah mahasiswa dengan komputer yang tersedia adalah 10:1. Penelitian tersebut memperlihatkan bahwa keberadaan komputer sangat dibutuhkan , akan tetapi infrastruktur dan jaringan yang ada sangat kurang. Para dosen pun belum menggunakan ICT sebagai alat mengajar studi yang diajarkannya, dan hanya sedikit mahasiswa yang menggunakan internet sebagai media pendidikan.

Salah satu alasan ICT berperan dalam tingkatan pendidikan tinggi yaitu pendidikan jarak jauh dapat dilakukan dengan internet. Namun di Ethiopia, belum banyak universitas yang yang tergabung dalam Electronic Distance Education (EDE), bahkan hanya 15% dari universitas swasta yang menggunakan EDE.

Bagaimanapun, telah terjadi pergerakan di beberapa universitas. Universitas Addis Ababa misalnya, pengembangan ICT dilaksanakan secara bertanggungjawab dengan menerapkan ICT dalam semua kegiatan kampus. Termasuk di dalamnya pengembangan sistem dan infrastruktur untuk digunakan oleh mahasiswa, dosen, dan tenaga administrasi. Pihak universitas juga bekerjasama dengan Indira Ghandi National Open University untuk pendidikan jarak jauh.

Untuk jenjang sekolah, koordinasi ICT dipegang oleh kementerian Pendidikan, namun untuk tingkat Pendidikan Tinggi, ICT dipegang dan dikembangkan oleh masing-masing universitas. Pihak pemerintah yang berperan di dalamnya yaitu Kementerian Keuangan dan Perekonomian, Kementerian Pembangunan, dan Kementerian Pertahanan, dan Agensi Pengembangan ICT Ethiopia.

Inisiasi dan Proyek ICT yang sedang berlangsung

  1. Inisiasi WoredaNet

Ini adalah situs utama e-governance yang terhubung dengan 600 kolsulat lokal (woredas) ke 11 kota besar melalui internet telepon dan telewicara video. Sebagian terhubuing oleh kabel, sebagian lainnya melalui jaringan satelit, inisiasi ini tentunya akan juga terhubung dengan SchoolNet, eHealth, dan segera akan diluncurkan AgriNet. WoredaNet  diimplementasikan oleh Ethiopia Telecommunication Agencys  dengan pendanaan dari Bank Dunia dan African Developing Bank melalui Kementerian Pembangunan.

  1. SchoolNet di Ethiopia

Kerjasama Kementerian Pendidikan dan UNDP ini mungkin proyek yang paling menonjol di negeri ini dengan total 181 sekolah dilengkapi dengan minimal 15 komputer terkoneksi dengan internet per labnya. 15 sekolah tambahan akan dilengkapi dengan komputer terkoneksi pada Februari 2007. Terdapat program-program baru dari inisiasi ini yaitu dalam tahap perencanaan, termasuk di dalamnya extranet yang akan terkoneksi ke setiap sekolah.

  1. Pendidikan Jarak Jauh

Kementerian Pendidikan mengadakan pendidikan jarak jauh dengan menggunakan video-converencing dengan Indira Gandhi Open University di India. Proyek ini mulai menerima murid, kebanyakan para guru, dan menawarkan jenjang master di bidang ekonomi, pemasaran, dan administrasi bisnis. Proyek ini berkolaborasi dengan University of Addis Ababa, Amelaya University, dan St. Mary’s College.

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

 

www.infodev.org.com

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s